MENU UTAMA

© 2021 Grabpools.com All Rights Reserved

Minggu, 5 Februari 2023   Pengumuman :
 
Sejarah Togel di Indonesia

Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial

Grabpools.com - Selama ini kita menganggap kalau togel ada pada era Presiden Soeharto memerintah. Namun, jenis Togel yang melibatkan empat digit angka ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Kala itu, lotre toto mulai dibangun di kawasan ramai seperti Batavia yang menjadi pusat pemerintahan dan juga perdagangan.

Togel [image source]
Togel

Lotre toto ini cukup laris di masa kolonial. Bahkan banyak juga penduduk lokal yang ikut andil dalam pertogelan ini. Berhentinya lotre toto di Indonesia terjadi saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Presiden Soekarno yang kala itu menjadi presiden menganggap kalau praktik ini sangat meresahkan dan tidak sesuai dengan ideologi bangsa.

Kemunculan Totoan Gelap di Indonesia

Sebelum bernama totoan gelap atau togel, jenis Togel ini dikelola oleh pemerintah pusat dan daerah. Misal pada tahun 1968, Pemerintah Daerah Surabaya menjual Lotto yang merupakan singkatan dari Lotre Totalisator. Lotre ini diadakan untuk menghimpun dana Pekan Olahraga Nasional alias PON yang diadakan pada tahun 1969.

Sumbangan dana [image source]
Sumbangan dana

Tidak begitu lama dengan Lotto muncul juga KSOB (Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah) dan Nalo (Nasional Lotre).  Pemerintah pusat yang kala itu dipimpin oleh Presiden Soeharto juga mengadakan program lagi bernama SDSB atau Sumbangan Dana Sosial Berhadiah. Dengan program ini masyarakat bisa membeli kartu yang kelak akan diundi dan menghasilkan hadiah yang banyak.

Proyek Tiru-Tiru yang Berjalan Tidak Sempurna

Proyek lotre yang diadakan oleh pemerintah Indonesia merupakan proyek tiru-tiru. Indonesia menirut Inggris dan Singapura yang berhasil melakukannya. Negeri itu jadi memiliki suntikan dana segar yang banyak. Melihat peluang bisa menciptakan hal serupa, Indonesia melakukannya degan SDSB meski akhirnya mandek dan dilarang untuk diteruskan.

SDSB [image source]
SDSB

Yang menyebabkan proyek ini tidak bisa berjalan dengan lancar adalah adanya kemacetan dana. Pengelola proyek ini tidak menjalankan perannya dengan baik. Dana dari SDSB yang harus digunakan untuk kepentingan masyarakat justru berakhir dengan penggelapan. Dengan dana terkumpul hingga 221 miliar rupiah, pembangunan tidak pernah terjadi. Ada kemungkinan uang itu dikorupsi hingga tidak bisa dilanjutkan. MUI pun akhir menyatakan lotre dilarang dan tidak boleh dilakukan lagi.

SELAMAT DATANG DI GRABPOOLS.COM
Beranda Hasil Blog Tentang Kami Hubungi Kami